MENGENAL BAHAN KAIN UNTUK MEMBUAT JAKET

14 Februari 2019

JENIS BAHAN KAIN UNTUK MEMBUAT JAKET
 
Musim penghujan telah tiba. Di negara yang mempunyai iklim tropis seperti di Indonesia, akan mengalami dua musim dalam setiap tahunnya, yaitu musim kemarau dan musim penghujan.

Musim penghujan biasanya dimulai pada bulan Oktober sampai dengan bulan April, meskipun karena adanya perubahan iklim yang ekstrim seperti sekarang ini, perhitungan tersebut tidaklah selalu tepat. Kadang kita menjumpai musim penghujan di luar bulan-bulan tersebut.

Nah, khusus di musim penghujan ini, kebutuhan akan jaket sebagai penghangat badan mutlak sangat diperlukan, karena jaket merupakan baju luar yang panjang (biasanya hingga pinggang atau pinggul), yang berguna untuk menahan angin dan menghangatkan tubuh saat cuaca dingin.

Jaket ada yang menggunakan bukaan resleting atau kancing pada bagian depannya, namun ada juga jaket model sweater yang tidak ada bukaan pada bagian depannya. Selain itu, jaket juga mempunyai beberapa model dan jenis bahan yang bervariasi disesuaikan dengan kebutuhan si pengguna jaket itu sendiri.

Berikut ini jenis bahan jaket yang umumnya dipakai untuk pembuatan jaket :
1. Bahan Fleece
Bahan fleece biasa digunakan untuk membuat jaket hoodie, jaket varsity, dan sweater. Bahan kain ini umumnya terbuat dari campuran cotton dan wool. Bahan fleece memiliki bulu halus, tekstur yang lembut, dan besifat menyerap air, sehingga sangat baik dalam menahan panas tubuh sehingga penggunanya akan merasa hangat. Jaket anak-anak banyak yang menggunakan jenis bahan fleece ini.
Jenis Bahan Jaket Fleece
Bahan fleece tersedia dalam beberapa jenis, yang mempunyai komponen bahan kain, karakteristik serta harga yang berbeda juga.
Cotton fleece. 
Bahan cotton fleece memiliki warna yang lebih cerah dan lebih ringan dibanding jenis bahan fleece lain. Bahan kain ini memiliki komposisi katun lebih banyak dibanding polyesternya.
Polar fleece.
Polar terbuat dari campuran polyester, katun, viscose dan serat sintetik lainnya. Umumnya digunakan untuk bahan selimut dan teksturnya cenderung berbulu.
Polyester fleece.
Bahan ini memiliki komposisi polyester yang lebih banyak sehingga memiliki tekstur yang lebih kaku dan tampilan lebih mengkilap.
CVC fleece. 
Bahan ini terdiri 70% cotton dan 30% viscose. Memiliki tingkat susut polanya lebih kecil dari bahan katun biasa, namun bisa menyerap keringat.Harga CVC fleece lebih ekonomis dibanding harga cotton fleece, sehingga jenis bahan fleece ini banyak dipakai untuk jaket anak-anak.

2. Bahan Baby Terry
Bahan baby terry memiliki daya serap air yang tinggi karena terbuat dari katun, mempunyai permukaan yang lembut, tipis, agak berbulu, dan ada lipatan serat kecil di salah satu sisinya. Bahan ini banyak digunakan untuk bahan jaket hoodie, sweater, dan jaket untuk bayi. Bahan baby terry lebih tipis dibandingkan dengan bahan fleece yang lainnya.

3. Bahan Parasut
Bahan parasut merupakan bahan yang sangat tipis dan cenderung kedap air atau angin sehingga cocok digunakan pada musim hujan. Bahan parasut kurang bisa menyerap keringat sehingga tidak disarankan memakai jaket berbahan parasut saat cuaca panas. Jenis bahan kain ini paling cocok untuk jaket hoodie, jaket varsity, jaket motor atau jaket olahraga, seperti windrunner.

4. Bahan Taslan
Bahan taslan merupakan bahan kain yang mempunyai sifat anti air/waterproof dan tahan angin (walau tidak semua jenis bahan taslan bersifat anti air dan tahan angin). Sepintas bahan taslan mirip dengan bahan parasut, tapi jenis bahan taslan lebih tebal, lembut, ringan dan kuat dibanding bahan parasut. Bahan taslan ideal untuk digunakan sebagai jaket motor, jaket varsity, rompi, parka atau jaket untuk keperluan outdoor lainnya.

Jenis bahan lainnya yang serupa dengan bahan taslan dan bahan parasut adalah bahan despo dan bahan micro. Bahan despo cenderung ringan dan warnanya mencolok, sedangkan bahan micro memiliki tekstur yang lebih padat dan warna agak soft.

5. Bahan Kulit Alami dan Kulit Sintetis
Jaket bisa juga terbuat dari bahan kulit. Jaket dengan bahan kulit mempunyai kelebihan lebih tahan lama, mampu menahan resapan air dan angin. Jaket jenis ini umumnya digunakan untuk jaket/rompi motor atau untuk kegiatan outdoor di malam hari. Bahan kulit sendiri ada dua jenis, yaitu kulit alami yang terbuat dari kulit hewan asli, seperti kulit domba, kulit kambing, dan kulit sapi, yang memiliki karakteristik permukaannya agak kasar karena ada tekstur kulit alaminya, lentur, dan warnanya cenderung kusam. Sedangkan satu lagi terbuat dari kulit sintetis yang memiliki karakteristik relatif kaku, permukaannya halus, warnanya clear dan mengkilap.

6. Bahan Corduroy
Bahan corduroy adalah jenis kain olahan dari serat kapas tebal yang dipelintir, memiliki tekstur yang halus, terdiri dari tali berumbai yang akan terlihat seperti saluran yang berbentuk garis-garis di sepanjang kainnya. Jenis bahan ini biasanya dipakai untuk membuat sweater, blazer wanita, celana panjang, dan jaket anak.

7. Bahan Denim/Jeans
Bahan denim tak hanya dipakai untuk membuat celana jeans saja. Banyak juga yang memanfaatkannya untuk dibuat jaket, rompi, topi, atau blazer. Coraknya yang cukup unik membuat jenis bahan ini disukai banyak orang. Teksturnya pun bervariasi, ada yang lembut dan kasar, tidak terlalu lentur, dan kuat.

8. Bahan High Twist
Salah satu jenis kain yang juga banyak dipakai untuk membuat blazer, vest, dan jaket parka. Bahan high twist terbuat dari polyester sehingga sifat kainnya memiliki permukaan halus, warnanya mengkilap, dan tidak mudah kusut. Kekurangan utama kain high twist adalah sifatnya yang panas dan tidak bisa menyerap air dengan baik.

Jenis bahan lainnya yang terbuat dari kain adalah bahan kanvas, yang umumnya digunakan untuk jaket formal, jas atau jaket kegiatan outdoor.

* Diambil dari berbagai sumber

-SAFKIDZ-